Sertifikasi Tanah: Jokowi Senang Menteri Sofyan Kerja Cepat

844
Presiden Joko Widodo menyampaikan kegembiraannya ketika mendengar tawaran Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengenai target sertifikasi tanah. (REUTERS/Beawiharta).

Jakarta, CNN Indonesia – Presiden Joko Widodo menyampaikan kegembiraannya ketika mendengar tawaran Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil mengenai target sertifikasi tanah menyeluruh.

Jokowi mengatakan, awalnya ia menargetkan Sofyan menyelesaikan sertifikasi seluruh tanah di Indonesia pada 2025. Namun hal itu justru ditawar Sofyan lebih pendek dari target waktu yang ditetapkan, yakni menjadi rampung pada 2023.

“Biasanya yang nawar saya. Tapi tadi yang nawar Pak Menteri bilang 2023 rampung. Saya catat pak. Alhamdulillah kalau lebih cepat,” kata Jokowi di Rakernas BPN, Hotel Grand Sahid, Rabu (10/1).

Ia meyakini, target itu dapat diselesaikan apabila seluruh jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten kota bekerja lebih keras dan tidak hanya menjalankan rutinitas biasa.

Pencapaian target telah dibuktikan ketika Jokowi menghendaki 5 juta sertifikat harus dikeluarkan tahun lalu, dan Sofyan selalu memenuhi keinginan Jokowi mengenai sertifikat dari hampir seluruh daerah.

Oleh sebab itu, Jokowi menyatakan tak berat menyetujui anggaran yang diajukan Sofyan asalkan target dipenuhi.

“Saya beri tapi ingat targetnya. Masa minta anggaran ga dikasih target?” tuturnya.

Jokowi pun optimistis target tahun ini yakni 7 juta sertifikat terealisasi. Ia menginstruksikan, jumlah sertifikat yang diberikan di setiap daerah bertambah.

“Jadi tahun ini minimal 10 ribu (sertifikat di tiap daerah). Ya masa presiden datang cuma 2 ribu. Kalau presiden ya 10ribu-15 ribu. Rakyat senang, semua senang,” ucap mantan Wali Kota Solo ini.